Laman

Minggu, 03 Juni 2012


PROGRAM AKSELERASI

Mungkin ada sebagian orang yang belum mengenal apa sebenarnya Program Akselerasi itu. Program Akselerasi adalah program percepatan yang memungkinkan siswa untuk menyelesaikan suatu tingkat pendidikan lebih awal dari seharusnya. Contohnya, SD yang harusnya dijalani selama 6 tahun menjadi 4 tahun, SMP dan SMA yang seharusnya dijalan selama 3 tahun menjadi 2 tahun.

            Sangat banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya melalui Program Akselerasi. Namun, untuk mengikuti Program Akselerasi bukanlah hal yang mudah, kita perlu mengikuti serangkaian tes untuk mengikuti program tersebut. Mulai dari mengikuti tes masuk sekoalah yang menyediakan program Akselerasi, biasanya ada juga tes kesehatan, dan yang terakhir tes IQ (Intelligence Quotient).

            Tes keshatan dilakukan mengetahui seberapa jauh kemampuan tubuh seseorang yang akan mengikuti program akselerasi, karena kegiatan siswa yang mengikuti program Akselerasi jauh lebih padat dibanding siswa lainnya. Kebanyakan siswa Akselerasi pulang di sore hari, sepulang rumah mereka harus mengerjakan tugas, belum lagi ulangan yang sangat sering dilakukan. Jadi, apabila seorang anak mempunyai fisik yang lemah, maka ia tidak mampu menjalai program Akselerasi itu dengan baik.

            Lalu, tes IQ. Inilah Tes terpenting yang harus dijalani siswa untuk dapat mengikuti program Akselerasi. Tes IQ dilakukan untuk mengetahui kemampuan sang anak, mulai dari kreativitasnya, daya serapnya, bakat, serta motivasi belajarnya. Untuk mengikuti program Akselerasi biasanya menggunkanan standar IQ 135. Jika seseorang tidak memenuhi standar IQ tersebut lalu diikutsertakan di program Akselerasi, tidak menutup kemungkinan orang tersebut dapat mengalami gangguan jiwa akibat porsi belajar yang tidak sesuai. bayangkan saja jika porsi suatu materi dipelajari sampai 3-4 kali, namun di kelas Akselerasi porsinya dipercepat menjadi 2 bahkan 1 kali.

            Semoga info yang saya berikan ini bermanfaat bagi semua orang... J


by: Nur Qalbi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar