Laman

Minggu, 15 April 2012

PENGARUH FILM TERHADAP MASYARAKAT


PENGARUH FILM TERHADAP MASYARAKAT

A.  FILM SEBAGAI SALAH SATU MEDIA KOMUNIKASI

1.    Sarana penyebar informasi
Film disebut sebagai sarana penyebar informasi karena dapat menjadi tempat mendapatkan informasi. Contohnya film “Never Say Never” yang memberi kita informasi tentang riwayat hidup Justin Bieber, penyanyi yang berasal dari Kanada, “Obama Anak Menteng” yang memberikan informasi tentang presiden Amerika Serikat “ Barack Obama” pada saat tinggal di Indonesia dan film Dong Yi yang memberikan informasi tentang gaya hidup dan cara berpakaian para bangsawan Korea.

2.    Sarana Pendidikan
Film juga disebut sebagai sarana pendidikan, karena ada beberapa film yang dapat memperluas pengetahuan kita. Contohnya film “Dora The Explorer” yang dapat menambah hafalah kosa kata bahasa inggris kita dan “Detective Conan” yang dapat membantu kita belajar untuk dapat memecahkan misteri.

3.    Sarana Hiburan
Film yang dijadikan sebagai sarana hiburan cenderung mengarah ke film komedi. Seperti film “Get Married” yang membuat siapa pun yang menontonnya akan tertawa. Sehingga kita merasa terhibur.

B.  RAGAM DAN JENIS FILM

1.     Film Layar Lebar dan Layar Kaca

Film Layar Lebar
Film layar lebar adalah film yang ditayangkan di bioskop sebelum beredar di TV yang ada di rumah. Contoh film layar lebar adalah Eclipse, Harry Potter, Love In Perth, dsb.

Film Layar Kaca
Film layar kaca adalah film yang ditayangkan TV tanpa ditayangkan terlebih dahulu di bioskop, contohnya Badik Titipan Ayah, Arti Sahabat, dsb.

2.      Film Aktual dan Faktual

Film Aktual

Film faktual adalah film yang bukan berdasarkan kisah nyata, contohnya film “Princss” yang menceritakan seorang gadis yatim piatu yang dijadikan pembantu oleh seorang mantan artis terkenal. Film ini merupakan cerita yang ditulis tidak berdasarkan dari kisah nyata.

Film Faktual
Film faktual adalah film yang diangkat dari kisah nyata, seperti film “Surat Kecil Untuk Tuhan” yang mengangkat kisah dari Gita Esa Wanda Cantika seorang anak yang terkena penyakit kanker jaringan lunak yang sangat bersemangat dalam proses penyembuhannya namun akhirnya nyawanya tidak bisa diselamatkan.

3.    Film laga, film keluarga, dan sebagainya

Film Laga
Film laga adalah film yang didalamnya terdapat adegan yang menegangkan, seperti film “2 Dewi” yang menceritakan tentang seorang ibu yang ingin menyelamatkan anaknya yang diculik. Dalam film ini, terdapat beberapa adegan berkelahi yang melibatkan 2 orang pemain atau lebih.

Film Keluarga
Sedangkan film keluarga adalah film yang bisa ditonton oleh semua anggota keluarga atau semua umur, contoh film keluarga adalah “Tanah Air Beta” yang menceritakan seorang anak yang terpisah dengan kakaknya pada saat terjadi pembebasan Irian Barat dan film “Karate Kid” yang menceritakan perjuangan seorang anak yang berkeinginan menguasai ilmu bela diri karena selalu diremehkan oleh teman sekolahnya. Kebanyakan film keluarga dibintangi oleh anak-anak.

Film Remaja
     Film Remaja adalah film yang dapat ditonton oleh orang yang berusia 12 tahun ke atas salah satu contohnya adalah  “Aliens In The Attic” yang bercerita tentang anak-anak yang berjuang melawan alien demi menyelamatkan bumi dari jajahan alien

Film Dewasa
     Film dewasa adalah film yang dapat ditonton oleh orang berusia 17 tahun ke atas. Salah satu contohnya adalah “Suster Keramas” seorang gadis yang mencari ibunya di desa,  ternyata ibunya telah meninggal dengan tragis.

C.   PENGARUH FILM TERHADAP MASYARAKAT

1.      Cenderung untuk Dicontoh dan Ditiru
Film yang cenderung untuk dicontoh dan ditiru dapat memberikan efek positif dan negative. Contohnya film “Sang Pemimpi” sisi positif dari film tersebut adalah ketekunan Ikal dan Arai untuk mendapatkan beasiswa ke Paris. Namun film ini juga mempunyai sisi negative, yaitu pada saat mereka menonton film dewasa yang tidak boleh ditonton oleh anak seumuran mereka.

2.      Mempengaruhi kehidupan masyarakat

Film juga dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Contohnya film “Sinchan” yang mempengaruhi fikiran anak-anak sehingga bersikap tidak menghormati orang tua dan guru mereka.


3.      Perlu Adanya Seleksi Film

Perlu adanya seleksi film ditujukan karena adanya film yang menampilkan adegan yang tak pantas untuk ditonton karena dapat merusak moral dan pikiran.

D.   UPAYA UNTUK MENGHINDARI PENGARUH FILM

1.    Memutar film yang sesuai dengan budaya bangsa
Indonesia terkenal dengan karakter kesopanannya. Oleh karena itu, film yang tersebar di Indonesia sebaiknya yang sesuai dengan budaya kita. Agar pengaruh bangsa lain tidak masuk ke negara kita, sehingga moral kita tidak dirusak.

2.    Membatasi Film yang Boleh ditonton
Membatasi film yang boleh ditonton sangat  penting, agar moral anak tidak dirusak oleh apa yang mereka lihat dari film. Oleh karena itu, film apa pun yang ditonton oleh anak sebaiknya diawasi oleh orang tuanya, agar dapat diberikan penjelasan tentang film yang mereka tonton.

3.    Membuat Jadwal Penayangan Secara Tepat
Pemilihan jadwal penayangan adalah salah satu aspek terpenting dalam penayangan film. Salah satu contoh penerapannya adalah film untuk orang dewasa biasanya ditayangkan setelah jam tidur anak. Hal ini dilakukan agar sang anak tidak menonton film tersebut.